(Source: diampuasamasjid)
Terdapat sebuah atsar yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Ibnu Abas dan Ali bin Abi Thalib ra. Dalam sebuah riwayat –semula Abu Hurairah takut menceritakannya, namun setelah beliau merasa maut hendak menjemput, ia takut menyembunyikan ilmu-,
Ia berkata kepada orang-orang di sekelilingnya:
“Aku mempunyai informasi tentang peperangan-peperangan yang terjadi di akhir zaman.”
Maka orang-orang berkata “Beritahukanlah kepada kami, tidak mengapa, semoga Allah memberimu pahala yang lebih baik.” Maka beliau berkata :
“Pada dekade-dekade hijriah setelah tahun seribu tiga ratus (1300), dan hendaklah kalian menghitung beberapa dekade kemudian, Raja Romawi berpendapat bahwa Perang Dunia (PD I : 1914M/1332H) yang melibatkan seluruh dunia pasti terjadi, maka Allah menghendaki peperangan baginya. Tidak lama masa berlalu, satu dekade dan satu dekade lagi (1934M/1352H), berkuasalah seorang laki-laki dari negara yang bernama (Jerman), ia mempunyai nama hirr/kucing (Hitler), ia ingin menguasai dunia dan memerangi semua negeri bersalju dan kaya (PD II), maka ia berada dalam murka Allah setelah berlangsung tahun- tahun api, ia dibunuh secara hina oleh rahasia Rusy atau Rus (Rusia).”
“Pada dekade-dekade hijriah setelah seribu tiga ratus tahun, hitunglah lima atau enam, Mesir akan diperintah oleh seorang pria yang dijuluki sebagai (Nashir)(1956M/1375H), orang-orang Arab menyebutnya Syuja’ul Arab (Pemberaninya orang arab), Allah menghinakannya dalam sebuah peperangan dan sebuah peperangan lagi, ia tidaklah mendapat kemenangan. Allah menghendaki kemenangan bagi Mesir, kemenangan sejati bagi-Nya pada bulan yang dicintai-Nya dan milik-Nya, maka pemilik rumah & bangsa Arab menyenangkan Mesir dengan Asmar Sada (1970M/1390H), ayahnya Anwaru Minhu,-lebih bercahaya dari dia – akan tetapi ia membuat perjanjian damai (1978, Camp David) dengan pencuri-pencuri Masjidil Aqsha di negeri penuh duka. Dan di Irak Syam, ada pria yang sangat kejam …. dan …Sufyani, pada salah satu dari kedua matanya ada kasal, ‘kelopak mata yang turun’ sedikit, namanya diambil dari pecahan kata shidam, dan dia shaddam liman ‘aradhahu (penghancur bagi siapa saja yang menentangnya) dunia berkumpul menyerangnya di (Kut) kecil yang dimasukinya dan dia tertipu. Tidak ada kebaikan di dalam diri Sufyani kecuali dengan Islam. Ia adalah orangbaik dan jahat dan kecelakaan bagi penghianat Al Mahdi Al Amin (Pemimpin yang mendapat petunjuk lagi dipercaya).”
“Pada dekade-dekade hijriah setelah seribu empat ratus (1400) tahun, hitunglah dekade itu dua dan tiga …… akan muncul Al-Mahdi Al-Amin, ia memerangi seluruh dunia, bersatu padu memeranginya orang-orang yang tersesat (Nasrani), orang-orang yang dimurkai (Yahudi) serta orang-orang yang keterlaluan kemunafikannya di negeri Isra’ & Mi’raj di dekat Gunung Magedon. Akan keluar menghadapinya Ratu Dunia dan tipu muslihat, pezina namanya (Amerika). Ia merayu dunia pada hari itu dalam kesesatan dan kekafiran. Yahudi dunia ketika itu berada di puncak ketinggian, menguasai Al-Quds dan kota suci. Seluruh negeri datang dari laut dan udara kecuali negeri-negeri salju yang sangat dingin dan negeri-negeri panas yang sangat panas. Al-Mahdi melihat bahwa seluruh dunia sedang membuat tipu muslihat jahat terhadapnya dan meyakini bahwa Allah bisa membuat tipu muslihat yang lebih lihai. Ia yakin bahwa seluruh alam adalah pohon baginya akan dikuasainya sejak ranting hingga akarnya (…) maka Allah melempari mereka dengan anak panah yang paling dahsyat, yang membakar bumi, laut, dan langit mereka. Langitpun menurunkan hujan yang buruk dan seluruh penduduk bumi mengutuk semua orang kafir dibumi dan Allah mengizinkan hilangnya semua kekufuran.”
Yuk kita renungkan. Kita hidup di tahun 1434 Hijriyah loh! Ya, kita mungkin sedang berpijak di ujung batas sebagai umat akhir zaman. Lambat laun waktu terus dan akan terus bergulir, maka kiamat (dan maut) pun semakin menghampiri. Lalu apa yang sudah kita persiapkan???
Wallohu a’lam..
ckckck… kocak :D
(Source: trollfacecomic)
Oleh: Syaikh Muhammad Hassan
Seorang pemuda Amerika, aslinya berkebangsaan Spanyol, masuk menemui saudara-saudara muslim kita di salah satu masjid New York di kota Brooklyn selepas shalat subuh, kemudian dia berkata kepada mereka, ‘Aku ingin masuk Islam.’
Lalu mereka bertanya, ‘Siapa Anda?’
Dia menjawab, ‘Tunjukkanlah saya, janganlah menanyai saya.”
Kemudian dia mandi, dan mengucapkan syahadat, lalu mereka mengajarinya shalat, kemudian dia shalat dengan kekhusyu’an yang tidak lazim.
Seluruh isi masjid pun takjub kepadanya.